Ilustrasi, sumber foto: Istimewa
KIU33 - Pemerintah pusat melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) akan mencetak 1.000 relawan COVID-19 untuk membantu pengendalian dan penanganan COVID-19, khususnya di Kota Bogor, Kabupaten Bogor, dan Depok, Jawa Barat.
Untuk mencapai tujuan tersebut, para relawan diberikan Pelatihan Peningkatan Kapasitas Relawan Bogor, di Hotel Ibis Styles Bogor Raya, Senin (7/6/2021).
Sekretaris Utama BNPB, Lilik Kurniawan mengatakan kegiatan Pelatihan Peningkatan Kapasitas Relawan Bogor ini untuk membentuk 1.000 relawan dalam rangka percepatan pengendalian dan penanganan COVID-19.
Relawan disiapkan untuk mencegah peningkatan COVID-19 di seluruh Indonesia
Relawan yang terlibat dalam kegiatan peningkatan kapasitas inti terdiri dari 100 orang perwakilan BPBD Kota Bogor, 150 orang dari Kabupaten Bogor, 200 orang dari Kota Depok, dan 550 orang perwakilan dari 20 ormas.
“Pelatihan ini kita laksanakan selama lima hari, saya ucapkan terima kasih atas kontribusi Pemkab Bogor, Kota Depok, dan Kota Bogor yang telah mengirimkan kader terbaiknya untuk menjadi relawan COVID-19. Negara kita saat ini masih dalam kondisi pandemi COVID-19 yang berpotensi menjadi endemik,” kata Lilik.
“Relawan ini kami siapkan untuk mencegah terjadinya peningkatan COVID-19 di seluruh Indonesia, karena jika dilakukan secara bersama-sama kita akan lebih cepat lepas dari pandemi Covid-19 ini.” imbuhnya.
Relawan berada di garda terdepan penanganan bencana nasional non alam bencana
Lebih lanjut, Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Diah Pitaloka mengaku sangat mengapresiasi peran BNPB dan BPBD, khususnya Kota Bogor, Kabupaten Bogor, dan Kota Depok yang tangguh dalam segala cuaca, termasuk di tengah wabah COVID- 19 pandemi, bahkan menjadi garda terdepan dalam menangani bencana. nasional non-alami, pandemi COVID-19.
“Saya sangat bangga dengan kinerja BNPB dan BPBD di seluruh daerah yang tidak pernah ngeluh dalam mengendalikan pandemi COVID-19 ini. Bicara Undang-undang penanggulangan bencana, pandemi ini belum masuk dalam konten atau isi UU penanggulangan bencana sampai sekarang UU-nya belum jadi, tetapi BNPB-nya sudah berlari kencang dalam penanggulangan pandemi COVID-19, ini sangat luar biasa semoga menjadi bekal dan semangat kebersamaan ini dapat semakin memperkuat BNPB,” ujarnya. .
Pandemi COVID-19 di Bogor belum berakhir
Perwakilan BNPB Jabar, Dani Ramdani menambahkan, kasus pandemi COVID-19 di Kota Bogor, Kabupaten Bogor, Kota Depok, dan Bekasi masih belum berakhir. Untuk itu 3T, edukasi, sosialisasi mengenai protokol kesehatan sangat penting untuk terus dilanjutkan bahkan ditingkatkan agar tumbuh kesadaran untuk saling menyelamatkan kesehatan.
“Faktor keselamatan 35 persen adalah kesiapsiagaan diri sendiri, 35 persen dukungan keluarga dan 35 persen peran komunitas maupun relawan. Kami sangat berterima kasih kepada pemerintah pusat dalam hal ini BNPB, membangun relawan ini sangat penting untuk lebih optimal dalam mengendalikan kasus COVID-19,” ujarnya.

No comments:
Post a Comment