Tuesday, August 31, 2021

Kenali Ciri-ciri Sakit Jantung

 

Ilustrasi, sumber foto: iStock


Kiu33 - Ciri-ciri penyakit jantung penting untuk kamu ketahui. Pasalnya, penyakit ini bisa menyerang siapa saja tanpa memkamung usia bahkan ada yang tidak menimbulkan gejala. Dengan mengenali karakteristiknya, langkah pengobatan dapat segera diambil sebelum menimbulkan komplikasi yang fatal.


Penyakit jantung adalah kondisi jantung yang rusak dan tidak berfungsi dengan baik. Gangguan ini dapat bervariasi dan ditangani dengan cara yang berbeda.


Penyakit jantung umumnya ditandai dengan nyeri dada dan sesak napas saat beraktivitas atau istirahat. Namun, ada beberapa jenis penyakit jantung yang memiliki gejala yang mirip dengan penyakit lain atau bahkan tanpa gejala.


Oleh karena itu, penting bagi kamu untuk mengenali ciri-ciri penyakit jantung agar pemeriksaan dan langkah pengobatan dapat segera dilakukan.


Ciri-ciri penyakit jantung berdasarkan jenisnya


Berikut ini adalah beberapa jenis penyakit jantung beserta tanda dan gejala yang menyertainya:


1. Serangan jantung


Serangan jantung terjadi ketika aliran darah ke otot jantung tersumbat karena adanya plak atau penyumbatan pada pembuluh darah jantung. Kondisi ini berdampak pada terganggunya fungsi jantung dalam mengedarkan darah ke seluruh tubuh.


Seseorang yang mengalami serangan jantung akan menunjukkan beberapa gejala, seperti:


  • Nyeri di dada, tulang rusuk dan lengan bawah yang menjalar ke leher, rahang, bahu, dan punggung

  • Pusing, mual dan muntah

  • Nyeri di perut bagian atas atau ulu hati

  • Lemas

  • Berkeringat berlebihan

  • Sesak napas

  • Detak jantung lebih cepat atau berdebar kencang

  • Perut kembung


Gejala ini dapat berlangsung selama 30 menit atau lebih dan tidak hilang bahkan setelah mengkonsumsi pereda nyeri secara teratur. Gejala yang muncul bisa ringan hingga berat.


Untuk beberapa kasus, serangan jantung mungkin tidak menunjukkan gejala sama sekali. Kondisi ini disebut silent myocardial infaction.


2. Penyakit jantung koroner


Penyakit jantung koroner terjadi ketika pembuluh darah yang memasok darah ke jantung tersumbat akibat penumpukan plak atau aterosklerosis.


Penyakit jantung koroner umumnya ditandai dengan ketidaknyamanan, nyeri, atau tekanan di dada. Selain itu, penyakit jantung koroner juga dapat menimbulkan beberapa gejala lain, seperti:


  • Lemas dan pusing

  • Jantung berdebar atau palpitasi

  • Keringat dingin

  • Mual

  • Sesak nafas atau sesak nafas


3. Aritmia


Aritmia terjadi ketika jantung berdetak tidak teratur karena adanya gangguan aliran listrik di saraf yang mengatur ritme jantung. Kondisi ini menyebabkan jantung berdetak terlalu lambat atau terlalu cepat, sehingga tidak dapat memompa darah dengan baik.


Gangguan irama jantung biasanya disertai dengan gejala berikut:


  • Jantung berdebar atau palpitasi

  • Sakit di dada

  • Pusing

  • Lemas

  • Nafas pendek

  • Kehilangan kesadaran atau pingsan


4. Fibrilasi atrium


Fibrilasi atrium adalah jenis gangguan irama jantung yang ditandai dengan detak jantung yang lebih cepat dari biasanya. Denyut jantung normal adalah 60-100 denyut per menit. Sedangkan pada kondisi atrial fibrillation, denyut jantung bisa lebih dari 100 denyut per menit.


Seperti serangan jantung, fibrilasi atrium terkadang tidak menimbulkan gejala sama sekali. Namun, ada beberapa tanda dan gejala fibrilasi atrium yang umum, di antaranya:


  • Jantung berdebar atau palpitasi

  • Sakit di dada

  • Sesak napas saat beraktivitas normal

  • Kelelahan dan pusing tiba-tiba


Jika tidak segera ditangani, kondisi ini bisa memicu komplikasi berupa pembekuan darah, stroke, dan gagal jantung.


5. Gagal jantung


Gagal jantung adalah kondisi ketika jantung tidak dapat memompa darah dengan lancar ke seluruh tubuh. Beberapa kondisi, seperti tekanan darah tinggi dan pembuluh darah yang menyempit, dapat menyebabkan otot jantung melemah dan menyebabkan gagal jantung.


Gejala gagal jantung bisa terus-menerus atau terjadi secara tiba-tiba. Berikut ini adalah tanda dan gejala gagal jantung:


  • Sesak nafas saat istirahat atau berbaring

  • Batuk

  • Bengkak di area perut, tungkai, dan pergelangan kaki

  • Pusing

  • Letih dan lemah

  • Kesulitan berkonsentrasi

  • Nafsu makan menurun


6. Perikarditis


Perikarditis adalah peradangan pada perikardium, yang merupakan lapisan yang menutupi dan melindungi jantung. Kondisi ini dapat disebabkan oleh infeksi virus, bakteri, jamur, atau gangguan autoimun.


Perikarditis umumnya ditandai dengan gejala demam, jantung berdebar-debar, badan lemas, dan nyeri di bagian tengah dada serta terasa menusuk. Nyeri akan bertambah parah jika orang tersebut menghirup, batuk, atau berbaring. Jika tidak segera ditangani, perikarditis berisiko menyebabkan kematian.


7. Kardiomiopati


Kardiomiopati mengacu pada kelainan pada otot jantung atau lebih dikenal dengan istilah jantung lemah. Kondisi ini menyebabkan otot jantung menebal, membesar, atau menjadi kaku.


Beberapa penderita kardiomiopati tidak memiliki gejala dan dapat menjalani hidup normal. Namun, tak sedikit pula yang menunjukkan gejala dan memburuk dengan penurunan fungsi jantung. Gangguan jantung ini memiliki ciri-ciri sebagai berikut:


  • Nyeri dada setelah olahraga dan setelah makan

  • Kelelahan

  • Palpitasi

  • Bengkak di lengan atau tungkai

  • Pingsan


8. Penyakit katup jantung


Jantung memiliki 4 katup yang berfungsi untuk menjaga aliran darah dari dan ke jantung. Namun pada penderita penyakit katup jantung, satu atau lebih katup tidak dapat membuka atau menutup dengan baik sehingga mengganggu fungsi jantung dalam memompa darah.


Jika katup jantung rusak, penderita akan menunjukkan gejala berupa:


  • Nyeri di dada saat mengeluarkan atau menghirup udara dingin

  • Lemas dan pusing

  • Palpitasi atau dada berdebar


Bagaimana Mendiagnosis Penyakit Jantung


Untuk mengetahui apakah gejala yang kamu alami termasuk tanda penyakit jantung atau tidak, segera periksakan ke dokter. Ini sangat penting jika kamu memiliki faktor risiko penyakit jantung, seperti kelebihan berat badan dan tekanan darah tinggi.


Dalam menentukan diagnosis dan jenis penyakit jantung yang dialami pasien, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang, seperti:


  • Elektrokardiografi (EKG)

  • Rontgen dada

  • Ekokardiografi

  • Angiografi

  • Tes enzim jantung


Penyakit jantung dapat dicegah dengan menjalani pola hidup sehat, misalnya mengonsumsi makanan bergizi, membatasi asupan lemak dan garam, berhenti merokok, rutin berolahraga, dan mengelola stres dengan baik.


Jika kamu memiliki faktor risiko penyakit jantung atau merasakan gejala penyakit jantung, segera konsultasikan ke dokter untuk menjalani pemeriksaan dan mendapatkan penanganan yang tepat.

No comments:

Post a Comment