Ilustrasi, sumber foto: iStock
Kiu33 - Ciri-ciri penyakit jantung penting untuk kamu ketahui. Pasalnya, penyakit ini bisa menyerang siapa saja tanpa memkamung usia bahkan ada yang tidak menimbulkan gejala. Dengan mengenali karakteristiknya, langkah pengobatan dapat segera diambil sebelum menimbulkan komplikasi yang fatal.
Penyakit jantung adalah kondisi jantung yang rusak dan tidak berfungsi dengan baik. Gangguan ini dapat bervariasi dan ditangani dengan cara yang berbeda.
Penyakit jantung umumnya ditandai dengan nyeri dada dan sesak napas saat beraktivitas atau istirahat. Namun, ada beberapa jenis penyakit jantung yang memiliki gejala yang mirip dengan penyakit lain atau bahkan tanpa gejala.
Oleh karena itu, penting bagi kamu untuk mengenali ciri-ciri penyakit jantung agar pemeriksaan dan langkah pengobatan dapat segera dilakukan.
Ciri-ciri penyakit jantung berdasarkan jenisnya
Berikut ini adalah beberapa jenis penyakit jantung beserta tanda dan gejala yang menyertainya:
1. Serangan jantung
Serangan jantung terjadi ketika aliran darah ke otot jantung tersumbat karena adanya plak atau penyumbatan pada pembuluh darah jantung. Kondisi ini berdampak pada terganggunya fungsi jantung dalam mengedarkan darah ke seluruh tubuh.
Seseorang yang mengalami serangan jantung akan menunjukkan beberapa gejala, seperti:
Nyeri di dada, tulang rusuk dan lengan bawah yang menjalar ke leher, rahang, bahu, dan punggung
Pusing, mual dan muntah
Nyeri di perut bagian atas atau ulu hati
Lemas
Berkeringat berlebihan
Sesak napas
Detak jantung lebih cepat atau berdebar kencang
Perut kembung
Gejala ini dapat berlangsung selama 30 menit atau lebih dan tidak hilang bahkan setelah mengkonsumsi pereda nyeri secara teratur. Gejala yang muncul bisa ringan hingga berat.
Untuk beberapa kasus, serangan jantung mungkin tidak menunjukkan gejala sama sekali. Kondisi ini disebut silent myocardial infaction.
2. Penyakit jantung koroner
Penyakit jantung koroner terjadi ketika pembuluh darah yang memasok darah ke jantung tersumbat akibat penumpukan plak atau aterosklerosis.
Penyakit jantung koroner umumnya ditandai dengan ketidaknyamanan, nyeri, atau tekanan di dada. Selain itu, penyakit jantung koroner juga dapat menimbulkan beberapa gejala lain, seperti:
Lemas dan pusing
Jantung berdebar atau palpitasi
Keringat dingin
Mual
Sesak nafas atau sesak nafas
3. Aritmia
Aritmia terjadi ketika jantung berdetak tidak teratur karena adanya gangguan aliran listrik di saraf yang mengatur ritme jantung. Kondisi ini menyebabkan jantung berdetak terlalu lambat atau terlalu cepat, sehingga tidak dapat memompa darah dengan baik.
Gangguan irama jantung biasanya disertai dengan gejala berikut:
Jantung berdebar atau palpitasi
Sakit di dada
Pusing
Lemas
Nafas pendek
Kehilangan kesadaran atau pingsan
4. Fibrilasi atrium
Fibrilasi atrium adalah jenis gangguan irama jantung yang ditandai dengan detak jantung yang lebih cepat dari biasanya. Denyut jantung normal adalah 60-100 denyut per menit. Sedangkan pada kondisi atrial fibrillation, denyut jantung bisa lebih dari 100 denyut per menit.
Seperti serangan jantung, fibrilasi atrium terkadang tidak menimbulkan gejala sama sekali. Namun, ada beberapa tanda dan gejala fibrilasi atrium yang umum, di antaranya:
Jantung berdebar atau palpitasi
Sakit di dada
Sesak napas saat beraktivitas normal
Kelelahan dan pusing tiba-tiba
Jika tidak segera ditangani, kondisi ini bisa memicu komplikasi berupa pembekuan darah, stroke, dan gagal jantung.
5. Gagal jantung
Gagal jantung adalah kondisi ketika jantung tidak dapat memompa darah dengan lancar ke seluruh tubuh. Beberapa kondisi, seperti tekanan darah tinggi dan pembuluh darah yang menyempit, dapat menyebabkan otot jantung melemah dan menyebabkan gagal jantung.
Gejala gagal jantung bisa terus-menerus atau terjadi secara tiba-tiba. Berikut ini adalah tanda dan gejala gagal jantung:
Sesak nafas saat istirahat atau berbaring
Batuk
Bengkak di area perut, tungkai, dan pergelangan kaki
Pusing
Letih dan lemah
Kesulitan berkonsentrasi
Nafsu makan menurun
6. Perikarditis
Perikarditis adalah peradangan pada perikardium, yang merupakan lapisan yang menutupi dan melindungi jantung. Kondisi ini dapat disebabkan oleh infeksi virus, bakteri, jamur, atau gangguan autoimun.
Perikarditis umumnya ditandai dengan gejala demam, jantung berdebar-debar, badan lemas, dan nyeri di bagian tengah dada serta terasa menusuk. Nyeri akan bertambah parah jika orang tersebut menghirup, batuk, atau berbaring. Jika tidak segera ditangani, perikarditis berisiko menyebabkan kematian.
7. Kardiomiopati
Kardiomiopati mengacu pada kelainan pada otot jantung atau lebih dikenal dengan istilah jantung lemah. Kondisi ini menyebabkan otot jantung menebal, membesar, atau menjadi kaku.
Beberapa penderita kardiomiopati tidak memiliki gejala dan dapat menjalani hidup normal. Namun, tak sedikit pula yang menunjukkan gejala dan memburuk dengan penurunan fungsi jantung. Gangguan jantung ini memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
Nyeri dada setelah olahraga dan setelah makan
Kelelahan
Palpitasi
Bengkak di lengan atau tungkai
Pingsan
8. Penyakit katup jantung
Jantung memiliki 4 katup yang berfungsi untuk menjaga aliran darah dari dan ke jantung. Namun pada penderita penyakit katup jantung, satu atau lebih katup tidak dapat membuka atau menutup dengan baik sehingga mengganggu fungsi jantung dalam memompa darah.
Jika katup jantung rusak, penderita akan menunjukkan gejala berupa:
Nyeri di dada saat mengeluarkan atau menghirup udara dingin
Lemas dan pusing
Palpitasi atau dada berdebar
Bagaimana Mendiagnosis Penyakit Jantung
Untuk mengetahui apakah gejala yang kamu alami termasuk tanda penyakit jantung atau tidak, segera periksakan ke dokter. Ini sangat penting jika kamu memiliki faktor risiko penyakit jantung, seperti kelebihan berat badan dan tekanan darah tinggi.
Dalam menentukan diagnosis dan jenis penyakit jantung yang dialami pasien, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang, seperti:
Elektrokardiografi (EKG)
Rontgen dada
Ekokardiografi
Angiografi
Tes enzim jantung
Penyakit jantung dapat dicegah dengan menjalani pola hidup sehat, misalnya mengonsumsi makanan bergizi, membatasi asupan lemak dan garam, berhenti merokok, rutin berolahraga, dan mengelola stres dengan baik.
Jika kamu memiliki faktor risiko penyakit jantung atau merasakan gejala penyakit jantung, segera konsultasikan ke dokter untuk menjalani pemeriksaan dan mendapatkan penanganan yang tepat.

No comments:
Post a Comment