Wednesday, August 18, 2021

Respon Menkes Terkait Isu Stok Tabung Oksigen Menipis untuk Atasi COVID-19

 

Kiu33 - Menteri Kesehatan dan juga Ketua Satuan Tugas Pemulihan dan Transformasi Ekonomi Nasional (Satgas PEN) Budi Gunadi Sadikin(DOK BNPB)


Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memastikan stok tabung oksigen medis di Indonesia untuk mengatasi lonjakan pandemi Covid-19 masih mencukupi secara nasional.


Budi mengatakan, selama ini perusahaan oksigen berkomitmen mengerahkan seluruh produksi oksigennya untuk penanganan Covid-19, jatah oksigen untuk industri sudah mulai dikurangi.


Sebelumnya, perusahaan oksigen lokal ini memproduksi 75 persen oksigen industri, dan hanya 25 persen untuk oksigen medis.


“Kami bisa sampaikan disini oksigen yang ada itu cukup. Kami sudah mendapatkan komitmen dari supplier ini bahwa mereka bisa mengalihkan oksigen buat industri ke oksigen medis,” kata Budi dalam konferensi pers virtual, Jumat (25/6/2021).


“Jadi ada satu perusahaan oksigen lokal yang memproduksi hampir 90 persen untuk rumah sakit,” ujarnya.


Soal masalah kelangkaan oksigen medis di Jawa Tengah dan DI Yogyakarta beberapa hari lalu, Budi mengatakan hal itu karena pabriknya mengalami pemadaman listrik.


“Karena aliran listrik terganggu sebentar, mesinnya butuh waktu untuk startup kembali,” jelasnya.


Lebih lanjut, dia meminta PLN memastikan kejadian serupa tidak terulang kembali.


Namun, jika hal itu terjadi lagi, Budi mengatakan pabrik-pabrik perusahaan oksigen di daerah lain akan siap membantu.


"Kita juga sudah berdiskusi dengan produsen oksigen ini kalau ada sesuatu yang terjadi di Jateng karena pabriknya cuma satu, kita bisa langsung mengisi dengan truk yang dari Jabar atau Jatim, ini besar dan tersedia juga jumlahnya cukup," kata Budi.


Proses pengawasan pendistribusian juga akan dijamin oleh Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.


Terkait permintaan penambahan tabung oksigen oleh beberapa rumah sakit, Budi merasa tidak perlu, karena waktu pengisian akan dipercepat.


“Nah isunya adalah banyak yang minta tabungnya supaya tidak sering ganti itu pengen nambah 4, sebetulnya gak perlu, karena toh logistiknya bagus, gak perlu, tabungnya gak usah dibikin jadi 4 atau 8, tapi pengisiannya harus lebih sering," pungkas Budi


Kementerian Kesehatan juga telah berkoordinasi dengan Kementerian Perindustrian untuk mendorong produsen tabung oksigen medis meningkatkan produksi untuk mengantisipasi lonjakan COVID-19.

No comments:

Post a Comment