Kiu33 - Data yang dikutip dari laman Startupranking.com menunjukkan bahwa Indonesia saat ini menempati posisi kelima negara dengan jumlah startup terbanyak di dunia yaitu mencapai 2.229 startup pada April 2021.
Indonesia berada di bawah India atau terbesar kedua di Asia. Meski begitu, Indonesia membutuhkan talenta digital yang memiliki keahlian kuat untuk mengembangkan startup digital.
Untuk itu, Kementerian Komunikasi dan Informatika atau Kominfo membuka program inkubasi Startup Studio Indonesia angkatan kedua yang akan berlangsung hingga Juli mendatang.
Dirjen Aplikasi dan Informatika Kominfo Semuel Abrijani Pangerapan berharap program ini dapat menjawab tantangan utama para pemula pemula atau startup tahap awal serta membangun semangat kolaborasi antar pelaku startup untuk bersama-sama membangun ekosistem ekonomi digital nasional yang kuat.
“Kita harus mentransfer ilmu, membuka jaringan bisnis baru, serta membangun karakter dan kompetensi startup yang berdaya saing tinggi untuk mewujudkannya,” ujarnya, melalui konferensi pers virtual, Senin 3 Mei 2021.
Gelombang kedua ini diikuti oleh 15 startup terpilih dari 1.063 pendaftar untuk mengikuti pelatihan dan diskusi dengan mentor yang terdiri dari para pendiri dan praktisi startup yang masih aktif, di antaranya Grady Laksomo dari Moka POS, Jonathan Sudharta dari Halodoc, dan Amanda Cole dari Sayurbox.
Menurut Semuel, Kominfo memprioritaskan enam sektor bisnis startup dalam program ini, yakni logistik, pendidikan, maritim, kesehatan, pariwisata, dan pertanian. Startup yang dapat mengikuti program ini adalah yang memiliki produk berharga (MVP) minimum dan daya tarik minimal tiga bulan.
Selain itu, Startup Studio juga memberikan persyaratan bagi perusahaan yang sedang dalam proses validasi product-market fit, sudah berbadan hukum dan sedang dalam tahap pendanaan angel investor, pre-seed, seeds, pre-seires A dan series A .
Ke-15 startup yang terpilih pada gelombang kedua ini adalah ALIA, Appskep, AVTER, Cerah.co, Dibimbing.id, Legalku, LingoTalk, MyDoctors, Ovento, Prieds, Rahsa Nusantara, SejutaCita, Shieldtag, Tebengan, dan Wehelpyou.
“Kami berharap program ini selain memberikan pelatihan dan diskusi dengan para mentor, para startup ini juga saling berkolaborasi untuk mengembangkan ekosistem ekonomi digital di Indonesia yang memiliki potensi yang sangat besar,” kata Semuel.
Situs Poker Online | Agen Bolatangkas Online | Bandar Judi Poker Online | Kiu33

No comments:
Post a Comment