Kiu33 - Penyidik KPK di Kantor Darurat Pemberantasan Korupsi (IDN TImes/Aryodamar)
Seorang tukang ojek online (ojol) bernama Lamin juga membagikan curahan hatinya untuk Presiden Joko Widodo "Jokowi" di Kantor Darurat Pemberantasan Korupsi di depan Gedung KPK, Setiabudi, Jakarta Selatan. Ia mengaku tak ingin melewatkan kesempatan menyampaikan pesan kepada Jokowi.
"Saya lagi lewat, kata mbak-mbak ini 'mau nulis sesuatu gak kepada presiden?' Ya saya pikir yang namanya rakyat ingin ngungkapin sesuatu ke kepala negaranya, punya kesempatan itu saja," katanya, Jumat (17/9/2021).
Minta Jokowi dan pejabat negara untuk memperhatikan rakyat kecil
Dalam suratnya kepada Jokowi, Lamin hanya meminta perhatian presiden kepada rakyat. Dia mengaku tidak menulis pesan terkait polemik tes wawasan kebangsaan (TWK) di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang mendasari pendirian kantor darurat tersebut.
"Saya cuma nulis bahwa tolong pak presiden perhatikan banyak sekali Petinggi-pentinggi kurang perhatikan rakyat bawah," katanya.
Sopir ojol mengaku tidak mengerti polemik TWK KPK
Dia mengaku tidak paham dengan polemik TWK di KPK. Sebab, dia tidak pernah mengikuti perkembangan berita tentang hal itu sehingga tidak menuliskannya.
"Gak, saya ojek jarang liat TV," katanya.
Kantor Pemberantasan Korupsi Darurat buka setiap hari Selasa dan Jumat
Kantor Darurat Pemberantasan Korupsi yang didirikan Novel Baswedan dan pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang tak diangkat menjadi ASN, serta warga yang tergabung dalam Solidaritas Masyarakat Sipil dibuka pada Jumat (17/9/2021).
Kantor buka mulai pukul 16.00 hingga 17.00 WIB di depan Gedung ACLC KPK setiap hari Selasa dan Jumat.
No comments:
Post a Comment