Thursday, March 25, 2021

Polri Tangani Kasus Ancaman Kapolresta Malang Tembak Mahasiswa Papua

 

Kapolres Malang Kombes Leonardus Simamarta, sumber foto: blok-a.com


Perwakilan mahasiswa Papua mengadukan Kapolres Malang Kombes Leonardus Simamarta kepada Propam Polri karena diduga mengancam dan melakukan tindakan rasisme pada saat demonstrasi Hari Perempuan Sedunia.


Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan mengatakan, kasus tersebut sudah ditangani oleh Divpropam Polri.


“Saat ini Divpropam Polri sedang mendalami kasus tersebut apakah yang bersangkutan melakukan pelanggaran, apakah pelanggaran disiplin, kode etik, atau pelanggaran lain. Jadi saat ini sedang ditangani Divpropam Polri,” kata Ahmad, Selasa ( 23/3/2021).


Polri memanggil dan memeriksa Kapolres Malang


Ahmad menjelaskan, Divpropam Polri juga telah memanggil Kombes Leonardus Simamarta dan melakukan pemeriksaan serta pendalaman kasus rasisme. Selanjutnya, Polri akan meminta keterangan ahli.


“Dan saat ini Propam sedang mendalami, tentunya akan melibatkan ahli, juga melibatkan ahli bahasa apakah yang dia sampaikan saat demo tersebut memenuhi unsur persangkaan terhadap yang bersangkutan,” kata Ahmad.


Video viral Kapolres Malang yang mengancam akan menembak mahasiswa Papua

https://twitter.com/VeronicaKoman/status/1369183107862073348


Sebuah video yang memperlihatkan Kapolres Malang memanggil sejumlah mahasiswa Papua yang berada di Mapolresta Malang, Jawa Timur, viral di media sosial.


Salah satu akun yang membagikan video tersebut adalah akun milik aktivis Papua Veronica Koman, @VeronicaKoman.


"Jika kamu masuk batas, halal darahnya, tembak. Halal darahnya, tembak. Kamu masuk pagar ini, kamu halal darahnya," kata Kombes Leonardus.


Mahasiswa datang ke Mapolresta Malang


Dalam aksi Senin (8/3/2021) malam, sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Gerakan Perempuan Bersama Rakyat (Gempur) ingin menjenguk rekannya yang ditahan di Mapolresta Malang.


Karena ingin menunjukkan solidaritas, mereka pun berniat masuk ke markas. Namun, sesampainya di depan gerbang halaman, mereka dicegat oleh Kapolres dan pasukan bersenjata lengkap.


Saat itu Kapolres Malang diduga melakukan ancaman terhadap mereka. Kapolres memerintahkan pasukannya, jika ada mahasiswa yang masuk ke Mapolresta, maka darah orang tersebut halal untuk ditembak.

Situs Poker Online | Agen Bolatangkas Online | Bandar Judi Poker Online | Kiu33

No comments:

Post a Comment