Ilustrasi, sumber foto: KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG
KIU33 - Anggota Komisi IX DPR, Netty Prasetiyani Aher mendesak pemerintah bergerak cepat menangani lonjakan kasus COVID-19 di Kudus, Jawa Tengah. Lonjakan kasus ini terjadi setelah libur Idul Fitri 2021.
Netty meminta seluruh fasilitas kesehatan di Kudus dan sekitarnya untuk bersiap menghadapi lonjakan kasus pasca libur lebaran 2021.
“Antisipasi kekurangan tempat tidur di rumah sakit dengan menyiapkan rumah sakit darurat dan meminta dukungan dari rumah sakit di seputar Kabupaten Kudus,” kata Netty dalam keterangan resmi, Kamis (3/6/2021).
Jumlah SDM Pemakaman Jenazah COVID-19 di Kudus Disoroti
Lebih lanjut, Netty juga menyoroti minimnya SDM yang bertugas menguburkan jenazah korban COVID-19 di Kudus. Menurutnya, hal ini yang harus segera dibenahi, karena bisa mengakibatkan antrian jenazah pemakaman.
“Dari informasi BPBD Kudus, jumlah pemakaman jenazah dengan prokes COVID-19 dalam satu hari bisa mencapai puluhan. Jika kekurangan petugas tentu akan menyebabkan waiting list pemakaman. Jika dibiarkan berlarut-larut, tentu akan terjadi penumpukan jenazah yang sangat berbahaya bagi kesehatan masyarakat,” ujarnya.
Netty berharap tidak terjadi lonjakan kasus seperti di Malaysia
Netty juga mengimbau agar Indonesia tidak merasakan apa yang dialami Malaysia saat ini. Negara tetangga Indonesia itu kini kembali memberlakukan lockdown akibat lonjakan kasus COVID-19
“Jangan sampai kita mengalami seperti Malaysia, di mana saat ini sudah diberlakukan lockdown kembali. Melonjaknya kasus di sana salah satunya karena dipicu pandemic fatigue yang membuat masyarakat Malaysia longgar dan abai prokes. Kita tidak ingin seperti itu," kata Netty.
Kudus mengalami lonjakan kasus COVID-19
Kasus COVID-19 di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, mengalami lonjakan setelah libur lebaran 2021. Tercatat 196 tenaga kesehatan terpapar COVID-19 dan satu orang meninggal dunia. Petugas pemakaman juga kewalahan dengan kurangnya sumber daya manusia untuk membantu pemakaman.
Terkait hal tersebut, Netty meminta pemerintah memperhatikan pemberlakuan PPKM Mikro di Kudus. Menurutnya, aparatur harus dikerahkan untuk memantau pelaksanaan program dalam rangka PPKM Mikro.
"Masyarakat harus dipastikan taat dan disiplin dengan aturan 3M, terutama di tempat-tempat publik. Lalai dengan prokes berarti membiarkan diri sendiri dan orang lain terpapar virus," kata Netty.

No comments:
Post a Comment