Sunday, September 26, 2021

Taliban Berterimakasih ke Komunitas Internasional Usai Dijanjikan Ratusan Juta Dolar untuk Bantuan Kemanusiaan

 

Kiu33 - Tentara Taliban terlihat di salah satu alun-alun utama kota di Kabul, Afghanistan, Rabu (1/9/2021). ANTARA FOTO/WANA (West Asia News Agency) via REUTERS.


Taliban berterima kasih kepada komunitas internasional setelah dijanjikan ratusan juta dolar untuk bantuan kemanusiaan di Afghanistan. Melalui pernyataan yang disampaikan pada Selasa (14/9/2021), Taliban juga mendesak Amerika Serikat (AS) untuk berbuat baik kepada negara miskin tersebut.


Lebih spesifik, pernyataan Taliban merujuk pada konferensi donor di Jenewa, Senin (13/9/2021), yang diakhiri dengan komitmen pemberian bantuan kemanusiaan untuk Afghanistan senilai 1,2 miliar dollar AS (sekitar Rp 17,1 triliun).


Konferensi itu digelar karena Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) khawatir kembalinya Taliban ke tampuk kekuasaan akan memperburuk krisis kemanusiaan Afghanistan. Di sisi lain, rakyat Afghanistan juga masih berjuang melawan kekeringan dan krisis ekonomi dan kesehatan akibat pandemi COVID-19.


Taliban berjanji untuk menggunakan bantuan dengan bijak


Menteri luar negeri Afghanistan yang baru, Amir Khan Muttaqi, berjanji bahwa Taliban akan menggunakan uang donor dengan bijaksana. Dia juga berjanji akan menggunakan sumbangan internasional untuk mengentaskan kemiskinan.


"Kami berterima kasih dan menyambut janji dunia untuk bantuan sekitar satu miliar dolar, dan meminta mereka untuk melanjutkan bantuan mereka ke Afghanistan," kata Muttaqi.


"Imarah Islam akan mencoba yang terbaik untuk memberikan bantuan ini kepada orang-orang yang membutuhkan dengan cara yang benar-benar transparan," tambahnya.


Taliban mencari bantuan ke Amerika Serikat


Pada saat yang sama, Taliban juga berharap agar AS dapat menunjukkan hatinya sebagai negara besar. Muttaqi kemudian menyinggung kontribusi dan profesionalisme Taliban dalam misi evakuasi yang telah mengangkut lebih dari 120.000 orang keluar dari Afghanistan.


"Amerika adalah negara besar, mereka harus memiliki hati yang besar," katanya.


Muttaqi melaporkan bahwa Afghanistan sejauh ini telah menerima bantuan dari negara-negara seperti Pakistan, Qatar dan Uzbekistan, tetapi tidak memberikan rincian lebih lanjut.


Dia juga mengungkapkan Afghanistan sedang berdiskusi dengan China untuk bantuan vaksin COVID-19 serta bantuan kemanusiaan senilai 15 juta dolar AS (sekitar Rp 213 miliar).


Sekjen PBB mengatakan bantuan digunakan untuk mempengaruhi Taliban


Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mengatakan, seperti dilansir The Straits Times, bantuan internasional dapat digunakan untuk mempengaruhi Taliban untuk membentuk rezim yang inklusif, moderat, dan memperhatikan hak asasi manusia.


Pernyataan itu sejalan dengan apa yang dikatakan Qatar beberapa minggu lalu, yang mengatakan bahwa situasi Afghanistan akan memburuk jika komunitas internasional mengabaikan Taliban. Bahkan, bukan tidak mungkin Afghanistan akan kembali menjadi sarang terorisme.


"Tidak mungkin memberi bantuan kemanusiaan di Afghanistan tanpa melibatkan otoritas de facto. Sangat penting untuk terlibat dengan Taliban pada saat ini," tambah Guterres pada Konferensi Jenewa.

No comments:

Post a Comment