Alexander Franchetti, sumber foto: time.news
Kiu33 - Seorang warga negara Rusia yang diburu Ukraina ditangkap di Republik Ceko, Senin (12/9/2021). Warga negara Rusia, Alexander Franchetti, telah menerima surat perintah penangkapan dari pemerintah Ukraina atas dugaan keterlibatannya dalam pencaplokan Krimea tahun 2014.
Penangkapan warga Rusia ini juga terus memanaskan hubungan Rusia-Ukraina yang semakin memburuk sejak pencaplokan Krimea. Sebelumnya, Rusia juga telah menangkap seorang warga Ukraina yang diduga melakukan spionase di pabrik senjata Tula.
Franchetti ditangkap saat berada di Bandara Praha
https://twitter.com/elenaevdokimov7/status/1437331531190583297?s=20
Personel keamanan Republik Ceko berhasil menangkap Alexander Franchetti begitu tiba di Bandara Internasional Praha. Ini karena Ukraina telah memberi tahu Ceko tentang surat perintah penangkapan bagi warga Rusia dan menjadikannya buronan internasional.
Menurut juru bicara Kementerian Luar Negeri Ukraina Oleg Nikolenko, "Penahanan ini merupakan hasil koordinasi dari aparat penegak hukum Ukraina dan Republik Ceko untuk mengadili Aleksandr Franchetti atas sejumlah aksi kriminalnya pada negara kita, termasuk partisipasinya dalam okupansi Rusia di Krimea."
Sementara itu, Franchetti akan diekstradisi dari Republik Ceko sesuai dengan permintaan dari Kantor Kejaksaan Ukraina. Namun, Kementerian Hukum Ceko akan menentukan keputusan ekstradisi tersebut, dilansir dari RFE/RL.
Rusia memprotes dan menanyakan alasan penangkapan Franchetti
https://twitter.com/ASLuhn/status/1107950669779087360?s=20
Kabar penangkapan Franchetti oleh otoritas Republik Ceko cukup mengejutkan perwakilan Rusia. Menurut TASS, juru bicara Kedutaan Besar Rusia di Praha, Nikolay Bryakin mengatakan, "Kepolisian Ceko sudah mengonfirmasi penangkapan Alexander Franchetti di Bandara Praha. Terkait hal ini departemen konsulat Rusia sudah ditugaskan ke bandara dan sudah menghubungi otoritas Ceko dan keluarga Franchetti."
Di sisi lain, Komite Investigasi Rusia pada hari Senin mengatakan akan mencari tahu tentang alasan di balik penahanan Franchetti. Ketua komite Alexander Bastrykin telah meminta peninjauan kembali atas penangkapan tersebut, yang disebutnya sebagai motif politik yang tidak dapat diterima karena melanggar pertanggungjawaban hukum.
Dikutip dari Republic World, juru bicara Krimea di bawah Rusia, Alexander Molokhov mengatakan jika Franchetti memang ikut serta dalam pencaplokan Krimea pada 2014 dan membawa kawasan itu untuk reunifikasi dengan Rusia.
Menghangatkan hubungan antara Rusia dan Republik Ceko
Sementara itu, juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Maria Zakharova, mengatakan bahwa Moskow telah memperingatkan Republik Ceko tentang perlakuan buruk yang terus berlanjut terhadap Rusia dan semua warganya. Ia bahkan mengatakan tindakan ini dapat merusak hubungan bilateral kedua negara dan akan ada respon dari tindakan ini.
Hubungan antara Moskow dan Praha diketahui telah memburuk dalam beberapa bulan terakhir. Pasalnya, pemerintah Ceko menuduh Rusia berada di balik ledakan gudang senjata pada 2014 yang menewaskan dua orang. Ini karena Rusia ingin menghancurkan senjata yang dijual ke Ukraina, lapor RFE/RL.
Dilansir dari Sputnik News, juru bicara Kementerian Luar Negeri Ceko Eva Davidova mengatakan kasus ini tidak ada hubungannya dengan hubungan Rusia-Ceko. “Langkah ke depan sepenuhnya akan dilakukan sesuai dengan ketentuan otoritas hukum. Kasus ini tidak ada hubungannya dengan relasi Ceko-Rusia. Aksi yang dilakukan otororitas Ceko didasarkan pada kepatuhan Republik Ceko dalam kooperasi internasional dari badan kepolisian," kata Davidova.

No comments:
Post a Comment