Kiu33 - TNI Angkatan Udara ketika berfoto bersama dengan Angkatan Udara Amerika Serikat (www.instagram.com/@militer.udara)
Bukan hanya TNI AD yang melakukan latihan gabungan dengan personel militer AS. Pekan lalu, TNI Angkatan Udara (AU) melakukan latihan bersama dengan United States of Paficif Air Force (US PACAF). Angkatan Udara kedua negara melakukan latihan bersama di atas Laut Sulawesi.
Dikutip dari keterangan tertulis yang disampaikan Dinas Penerangan AU, Minggu (5/9/2021), latihan tersebut melibatkan sejumlah alutsista dari kedua AU. Baik itu pesawat pembom (bomber), pesawat jet tempur dan pesawat pengintai.
“TNI AU mengerahkan dua pesawat tempur F-16 dari Skadron Udara 3 Lanud Iswahjudi, Magetan, dan satu pesawat Boeing 737 dari Skadron Udara 5 Lanud Sultan Hasanuddin, Makassar,” kata Kepala Dinas Penerangan TNI AU, Marsekal Pertama Indan Gilang Buldansyah.
Sementara itu, Angkatan Udara AS mengerahkan dua pesawat pembom B-52 dari Sayap Bom ke-2 dari 2nd Bomb Wing dari Barksdale Air Force Base, Louisiana. Latihan ini, kata Indan, merupakan penerbangan integrasi pertama dalam sejarah yang melibatkan pesawat pembom Angkatan Udara AS dan pesawat TNI AU.
Apa tujuan dari latihan bersama ini?
Angkatan Udara Indonesia dan AS berharap dapat berbagi teknik dan keterampilan
Latihan pemboman dilakukan melalui dua skenario latihan yaitu Command and Control (C2) oleh Kosekhanudnas II Makassar yang melibatkan Satuan Radar 225 Tarakan, 224 Kwandang dan pelaksanaan latihan Escort oleh 2 pesawat F-16. Indan mengatakan, latihan bersama dilakukan rutin setiap tahun.
“Selain bertujuan mempererat hubungan kerja sama antara TNI AU dengan US PACAF, juga untuk saling bertukar pengalaman dan kemampuan dalam melaksanakan sejumlah misi operasi udara,” kata Indan.
Selain latihan dengan pesawat pembom, juga ada latihan bertajuk Pacific Airlift Rally (PAR) 2021. Acara tersebut akan berlangsung di Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), mulai 6 September hingga 10 September 2021.
“PAR merupakan kesempatan unik untuk mendorong kerja sama militer regional dan meningkatkan interoperabilitas penerbangan, saat kita berlatih bersama untuk mengantisipasi upaya bantuan kemanusiaan dan tanggap bencana di masa depan,” kata Komandan 36th Airlift Squadron Letkol Steven M Massie.
Selama latihan, sekitar 47 penerbang dan unit C-130J Super Hercules dari 36th Airlift Squadron, 374th Airlift Wing, yang berbasis di pangkalan udara Yokota, Jepang, diterjunkan. Sementara itu, TNI AU menerjunkan 37 personel dan satu unit Hercules C-130H yang akan mengikuti latihan pos komando, latihan lapangan, dan pertukaran ahli.
“Melalui pelatihan itu, angkatan udara kedua negara bisa berbagi teknik dan keterampilan, tapi lebih utama lagi, membangun hubungan dengan sekutu-sekutu regional yang akan meningkatkan kemampuan kita dalam merespons bencana dan menyelamatkan nyawa,” katanya.
Latihan Angkatan Udara kedua negara dilakukan di bawah protokol kesehatan yang ketat
Indan menyadari bahwa Indonesia saat ini masih dalam keadaan pandemi COVID-19. Karena itu, kata dia, protokol kesehatan dipatuhi dengan ketat. Hal itu dilakukan dengan semua prajurit menjalani tes COVID-19 terlebih dahulu.
Indan mengatakan ada dua jenis latihan yaitu Field Training Exercise (FTX) dan Command Post Exercise (CPX).
“Pada FTX, dilakukan penerjunan barang bantuan dengan teknik Container Delivery System (CDS) di Area Weapon Range (AWR) Lanud TGKH M Zainuddin Abdul Madjid (ZAM) Rambang, Lombok Timur,” kata Indan.
Ia menambahkan, dalam praktiknya pesawat Hercules A-1323 yang dikemudikan Kapten Pilot Mayor PnB Pratama Ivandi sukses menerjunkan satu bundel CDS seberat 600 kilogram. Sedangkan, pesawat US-PACAF berhasil menerjunkan satu bundel CDS seberat 500 kilogram.
TNI AU juga latihan menggunakan F-16 bersama Angkatan Udara Amerika Serikat
Sebelumnya, pada Juni 2021, TNI AU dan AU Amerika Serikat telah melakukan latihan bersama. Latihan bersama dengan nama sandi "Cope West 2021" itu melibatkan sejumlah pesawat tempur F-16 dari kedua negara.
“Hari ini sejumlah personel dan peralatan USAF sudah mulai berdatangan di Lanud Roesmin Nurjadin, sementara untuk pesawat F-16 akan segera tiba dalam beberapa hari ke depan, dan diagendakan latihan bersama ini akan dibuka secara resmi pada hari Senin mendatang (14/6/2021),” kata Indan pada Juni 2021.
Dia menjelaskan, latihan bersama Cope West 2021 merupakan latihan tempur udara menggunakan pesawat tempur F-16. Selain itu, agenda ini juga sekaligus untuk menambah wawasan dan ilmu pengetahuan.
“Dan saling berbagi pengalaman antar personel penerbang dan teknisi pesawat tempur F-16 kedua Angkatan Udara,” katanya.

No comments:
Post a Comment