Monday, September 13, 2021

WHO Laporkan Ratusan Fasilitas Medis di Afghanistan Terancam Ditutup

 

Ilustrasi, sumber foto: kbr.id


Kiu33 - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan bahwa ratusan fasilitas medis di Afghanistan terancam ditutup karena para pendonor dan negara-negara Barat berhenti membantu Taliban.


Menurut The Straits Times, Direktur Darurat Regional WHO, Rick Brenann, mengatakan setidaknya 90 persen dari 2.300 fasilitas kesehatan akan ditutup minggu ini. Alasan utamanya, para pendonor yang mayoritas berasal dari negara-negara Barat itu tidak ingin ada hubungannya dengan Taliban, kelompok pemberontak yang menguasai Afghanistan sejak pertengahan Agustus lalu.


"Kami akan menghentikan operasi di sebagian besar (fasilitas kesehatan). Dengan perkiraan hingga 90 persen akan berhenti berfungsi mungkin di akhir minggu ini. Itu akan dikaitkan dengan peningkatan penyakit dan kematian," kata Brennan.


WHO mengharapkan bantuan dari Qatar


Sementara itu, kata Brenann, WHO berusaha mengisi kekosongan tersebut dengan menyediakan pasokan, peralatan, dan pembiayaan untuk 500 Puskesmas.


Badan tersebut juga bekerja sama dengan Qatar untuk pengiriman medis yang akan dikirim melalui pesawat.


"Kami berharap sampai dua atau tiga muatan pesawat diterbangkan dari Qatar, mungkin ke Kabul dalam minggu depan atau lebih," harapnya.


Sejauh ini, Qatar adalah salah satu negara yang meminta entitas Barat untuk mendukung Taliban. Qatar berpendapat mengisolasi Taliban hanya akan memperburuk situasi di Afghanistan, yang terdaftar sebagai salah satu negara termiskin di dunia.


WHO terus mengirimkan bantuan


Pengiriman selanjutnya akan mencakup alat tes dan persediaan obat untuk mengobati COVID-19 dalam skala kronis.


Bersama dengan lembaga bantuan lainnya, WHO telah berjuang untuk membawa pasokan medis, termasuk peralatan untuk menangani trauma akibat kekacauan di Bandara Hamid Karzai Kabul.


Pasokan medis terus diterbangkan melalui kota utara Mazar-i-Sharif. WHO juga menjajaki opsi angkutan truk darat dari Pakistan.


Taliban menjamin akses kemanusiaan bagi PBB


Pada Minggu (5/9/2021), pejabat senior Taliban bertemu dengan Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk membahas pendistribusian bantuan kemanusiaan. Usai pertemuan, Taliban berjanji akan memberikan akses kepada PBB untuk menyalurkan bantuan guna mencegah bencana kemanusiaan di Afghanistan.


"Pihak berwenang berjanji bahwa keselamatan dan keamanan staf kemanusiaan, dan akses kemanusiaan ke orang-orang yang membutuhkan, akan dijamin dan pekerja kemanusiaan akan dijamin pula kebebasan bergeraknya," kata juru bicara PBB Stephane Dujarric.


Juru bicara Taliban Suhail Shaheen mengatakan PBB akan memastikan para pendonor tidak menghentikan bantuan mereka ke Afghanistan.


"Delegasi PBB menjanjikan kelanjutan bantuan kemanusiaan kepada rakyat Afghanistan, dengan mengatakan dia akan meminta bantuan lebih lanjut selama pertemuan negara-negara donor yang akan datang," kata Shaheen di Twitter.

No comments:

Post a Comment