Friday, April 16, 2021

Inilah Penyebab dan Cara Pengobatan untuk Mata Silinder

 

Ilustrasi, sumber foto: Istimewa


Mata silinder memiliki istilah medis astigmatisme. Istilah ini merujuk pada kondisi mata yang mengalami penglihatan kabur dan berbayang karena kornea atau lensa mata tidak cembung sempurna.


Tanda dan gejala paling umum yang dialami oleh orang dengan mata silinder adalah penglihatan kabur atau berbayang. Penderita sering menyipitkan mata ketika melihat jauh dan dekat. Selain itu, penderita biasanya mengeluhkan kesulitan membaca tulisan kecil. Gejala lain yang sering dikeluhkan adalah sakit kepala, mata tegang, dan kelelahan setelah membaca atau menggunakan komputer. Pada gangguan mata silinder ringan, gangguan penglihatan mungkin tidak terjadi secara signifikan.


Sayangnya, jika seorang anak memiliki mata silinder, mereka kemungkinan besar tidak akan menyadarinya. Hal ini mungkin terjadi karena pengetahuan anak tentang suatu benda belum sempurna. Pada anak-anak, gejala mata silinder bisa berupa sulitnya mereka fokus pada tulisan di buku yang mereka baca. Mereka mungkin juga mengalami sakit kepala, kelelahan, dan ketegangan mata.


Penyebab Mata Silinder


Mata memiliki beberapa komponen kunci agar dapat melihat dengan baik. Salah satunya adalah sistem optik mata yang terdiri dari kornea dan lensa. Keduanya bekerja sama untuk membuat cahaya memasuki fokus untuk membentuk gambar sempurna pada retina.


Pada penderita mata silinder, kornea memiliki bentuk yang tidak sempurna. Kornea harus memiliki bentuk cembung sempurna, menyerupai lengkungan bola. Pada mata silinder, proyeksi bola mata menyerupai bola rugby. Ketidaktepatan pada lensa juga bisa menyebabkan mata silindris.


Bila cembung yang terbentuk tidak sempurna alias tidak rata, maka ada mata silinder. Ini karena cahaya yang masuk ke kornea tidak bisa fokus pada satu titik di retina, membuat penglihatan kabur.


Selain kelainan bentuk yang biasanya didapat sejak lahir, kondisi berikut dapat menyebabkan mata silinder:


  • Infeksi menyebabkan jaringan parut pada kornea.

  • Melakukan operasi mata yang menyebabkan perubahan kornea.

  • Terjadi pembengkakan, penipisan, atau perubahan pada kornea.

  • Kondisi yang mempengaruhi kelopak mata dan mengiritasi kornea.


Pengobatan yang Bisa Dilakukan


Metode berikut dapat digunakan untuk memperbaiki gangguan penglihatan akibat mata silinder.


1. Memakai kacamata


Kacamata untuk kondisi ini menggunakan lensa yang didesain khusus. Kacamata adalah cara termudah untuk mengoreksi blur atau ghosting karena mata silinder.


2. Menggunakan lensa kontak


Prinsip lensa kontak sebenarnya sama dengan kacamata. Pilihan yang tepat antara kacamata atau lensa kontak sangat tergantung selera penderitanya. Agar tidak salah pilih, pastikan berkonsultasi ke dokter mata.


3. Operasi LASIK


Melalui prosedur LASIK, bentuk kornea diubah dengan laser. Awalnya, lapisan permukaan kornea dibuka (flap) menggunakan alat khusus yang disebut keratom. Kemudian laser digunakan untuk mengubah bentuk lapisan kornea di bawah lapisan yang terbuka. Flap kemudian ditutup kembali.


4. Operasi LASEK


Prosedur ini hampir sama dengan LASIK, namun flap dibuat lebih tipis, hanya setebal lapisan epitel.


5. Keratektomi fotorefraktif (PRK)


Melalui prosedur PRK ini, lapisan epitel dihilangkan tanpa membuat flap. Setelah ditemukannya operasi LASIK dan LASEK, prosedur ini jarang digunakan.


Jika kamu mengalami mata silinder dan ingin memperbaikinya, konsultasikan dengan dokter untuk menentukan pengobatan yang tepat untuk kondisimu.

Situs Poker Online | Agen Bolatangkas Online | Bandar Judi Poker Online | Kiu33



No comments:

Post a Comment